Picky Eaters dan BLW

image

“Anakku BLW-an tapi kenapa masih picky eater yah?” Yessss.. Pertanyaan seperti itu muncul karena sebagian ibu2 memilih BLW salah satunya agar anak tidak picky eater, tapi dalam pelaksanaannya si anak tetap saja jadi picky eater. Oke, mari kita bahas mengenai picky eater anak BLW.

Picky eater adalah seseorang yang hanya makan makanan tertentu dalam jangka waktu lama, serta sulit mencoba jenis makanan baru. Dalam ilmu kesehatan disebut selective eating disorder.

Ciri anak yang menderita picky eater:
1. Sulit mengunyah dan menelan makanan. Biasanya terjadi pada saat ada perubahan tekstur makanan.
2. Jika dipaksa mengunyah dan menelan makanan, anak akan marah atau menangis.
3. Hanya mau makan makanan tertentu. Jika makanan tidak sesuai keinginan akan ditolak. Apabila dipaksa, makanan yang masuk mulut akan dimuntahkan.

Penyebab anak jadi picky eater:
1. Mengalami masalah psikologis, ini membuat anak takut untuk mencoba makanan baru. Biasanya gangguan psikologis terjadi karena anak trauma makan, penyebabnya bisa karena pernah dipaksa makan, pernah muntah atau tersedak saat makan.
2. Gangguan Sensori, membuat anak tidak mau makan dan secara konsisten menolak makan disebabkan oleh rasa, tekstur, bau dan penampilan makanan. Anak tidak mau memakan makanan yang tidak disukainya.
3. Keturunan, terdapat unsur gen yang bisa menurun pada kebiasaan makan kita, contoh: autisme.

Kegiatan makan pada anak dipengaruhi oleh beberapa komponen, yaitu:
1. Kognitif: makan = sehat, rasa asli.
2. Afeksi: suasana ketika makan, apresiasi terhadap makanan, rasa nyaman.
3. Psikomotorik: kemampuan mengunyah, menelan, dan mengolah makanan.
4. Sensori: salah satu komponen penting dimana pada anak picky eater bisa terjadi oral devensiveness (sensory deficit).
* panca indra: penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman.
* prorioseptif: posisi dalam ruangan dan sikap selagi makan
* vestibular: kesigapan, keseimbangan,pengatur gerak.
* taktil: perabaan, termasuk rongga mulut dan organ mulut.

Komponen2 tersebut dilakukan oleh anak BLW. Seperti ini penjelasannya:
1. Kognitif >> makanan sehat (mpasi homemade), rasa asli (karena utuh bukan pure campur2).
2. Afeksi >> suasana makan menyenangkan (BLW identik dengan “eat for fun”), nyaman saat makan (karena tidak dipaksa).
3. Psikomotorik >> anak BLW dilatih memegang, memasukkan makanan, mengunyah, menelan dan mengolah makanan dari awal belajar makan.
4. Sensori >>
* pancaindra (saat makan semua pancaindra bekerja),
*prorioseptif (sikap makan duduk tegap, aman),
*vestibular (sigap, seimbang, bergerak untuk ambil, kunyah, dan telan makanan),
* taktil (meraba saat pegang makanan, mengunyah dan menelan dengan rongga mulut dan organ mulut).

Semua komponen harus ada saat acara makan. Jika salah satu komponen hilang, makan kita wajib evaluasi dan jika ada gangguan sebaiknya konsultasi dengan ahlinya. Penanganan picky eater dibutuhkan ahli dari bidang ilmu terkait seperti, dokter anak, psikolog anak, dll. Karena picky eater terjadi bukan karena lingkungan atau kebiasaan, juga terjadi bukan hanya karena makanan yang tidak enak dan tidak bisa pulih seketika.

Yang harus diperhatikan ketika mengatasi anak picky eater adalah:
1. Status gizi anak dan juga pemberian obat- obatan (konsultasi dengan dokter).
2. Terapi psikologis yang bisa dilakukan yaitu terapi perilaku, emosi, sikap, dan sosialisasi (konsultasi dengan psikolog).
3. Untuk sensori integrasi bisa dengan mengatasi gangguan sensori (konsultasi dengan dokter).
4. Orangtua harus sabar dan konsisten melatih anak picky eater untuk mau mencoba makan-makanan beragam.

Bukan tidak mungkin anak BLW menjadi picky eater. Kita sebagai orangtua wajib mengusahakan yang terbaik untuk anak. Semoga artikel ini sedikit mencerahkan ibu2 yang anaknya takut menjadi picky eater.
Semangat BLW ibu2 dan bayi2.

Salam,
Kurnia Fatma

Sumber:
mommiesdaily.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *