​Bagaimana Pencernaan Bayi BLW?

Banyak orangtua yang akan menerapkan metode BLW mempertanyakan masalah pencernaan bayi ketika awal MPASI karena makan makanan utuh.
Mari kita coba belajar kembali mengenai proses pencernaan manusia, termasuk bayi. Terdapat empat proses utama pencernaan, yaitu: 

1. Pencernaan pada mulut

Mulut merupakan bagian dari saluran pencernaan. Makanan pertama kali diproses di dalam mulut. Mengunyah membuat makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Kelenjar air liur di dalam mulut akan memproduksi air liur guna membantu memperhalus makanan. Selain itu, air liur juga mengandung enzim ptialin yang berfungsi memecah karbohidrat (amilum) menjadi lebih kecil (maltosa/glukosa) agar dapat diserap oleh usus. Dari mulut, makanan yang telah dikunyah bergerak menuju lambung.

2. Pencernaan pada lambung

Lambung adalah kantong yang memiliki dinding otot yang kuat, berada di kiri rongga perut. Selain menampung makanan, lambung juga berfungsi sebagai penghancur dan penghalus makanan. Di lambung terdapat asam dan enzim yang akan membuat makanan menjadi cair atau mirip seperti bubur. Kemudian makanan tersebut bergerak ke usus halus.

3. Pencernaan dan penyerapan pada usus halus

Di dalam usus halus, makanan akan kembali diproses dengan enzim pencernaan yang diproduksi pankreas, dinding usus halus, dan cairan empedu. Ketiganya akan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan pencernaan makanan agar dapat diserap ke dalam pembuluh darah usus.

Selama proses penyerapan, makanan akan memasuki aliran darah melalui dinding usus. Pembuluh darah akan menyerap hasil pencernaan yang berupa protein dan karbohidrat kemudian dibawa menuju hati. Hati akan menyaring zat-zat berbahaya dalam darah, menyimpang vitamin serta nutrisi yang berlebihan untuk disimpan sebagai cadangan dalam tubuh. Sedangkan pembuluh getah bening akan menyerap lemak.

4. Penyerapan pada usus besar

Pada usus besar akan terjadi proses penyerapan terhadap air dan juga garam-garam mineral dari sisa makanan supaya feses bisa berbentuk padat. Gerak peristaltik akan mendorong feses untuk dibuang melalui anus.

***

Bayi yang disuguhi makanan padat (utuh) pun akan memulai proses pencernaan makanan dengan memasukan makanan ke mulut, mengigit, mengunyah. Kemudian berlanjut ke tahap-tahap proses pencernaan selanjutnya hingga berakhir dengan pembuangan feses. Jadi makanan utuh tersebut tak langsung masuk ke perut tanpa proses apapun.

Pada bayi BLW proses mengunyah juga memberi lambung waktu untuk mengirim sinyal ke otak bahwa kapasitasnya sudah cukup, sehingga mencegah bayi BLW makan berlebihan.

Menurut Prof.dr.Hiromi Shinya, Guru Besar Kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS, di dalam bukunya, “The Miracle of Enzyme”:

“Makanan-yang-tidak-diproses lebih baik karena Anda harus mengunyahnya dengan baik. Mengunyah menstimulasi sekresi air liur. Enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam air liur, jika tercampur dengan makanan selama dikunyah, meningkatkan pencernaan dan penyerapan karena penguraian makanan berlangsung dengan lancar. Sedangkan bubur pada dasarnya sudah lembut, dapat ditelan tanpa dikunyah dengan baik. Bubur tidak dapat dicerna dengan baik karena tidak banyak enzim yang tercampur di dalamnya, sementara makanan normal yang terkunyah dengan baik juga dapat dicerna dengan baik.”

***

Selama usia MPASI bayi terpenuhi (180 hari atau 6 bulan) dan memenuhi syarat kandidat BLW (sehat, tidak cacat, bukan bayi BBLR (berat badan lahir rendah), dan bukan bayi prematur) orangtua tak perlu khawatir mengenai masalah pencernaan.

Jika memang diharuskan MPASI dini, konsultasikan dengan dokter terkait.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Salam,

Kurnia Fatma
Sumber: 

www.babyledweaning-indonesia.com

www.alodokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *