Cerita BLW Cut Ashfa: Happy Eater Wanna Be (Journey)

Juara 2 lomba pengalaman BLW dalam rangka anniversary Cerita BLW yang ke 4

Semangat dan cemas campur menjadi satu, itulah yang dirasakan mamaku saat aku mulai MPASI. Oh ya, nama aku Cut Ashfa Zahida, dipanggilnya Ashfa. Usiaku saat ini 16,5 bulan. Seperti yang dianjurkan WHO, mama mulai memberiku makanan selain ASI saat umurku 6 bulan. Kembali ke ceritaku tadi ya, mama semangat melihat reaksiku makan tetapi juga cemas apabila aku tidak mau makan.

MPASI pertamaku adalah bubur beras, sesuai anjuran DSA langgananku. Mama mencoba menyuapiku dan Aba (ayahku) berusaha merekam video saat aku makan. Aku tidak terlalu tertarik dengan makananku, namun Mama tidak ambil pusing. “Ah, mungkin nanti ketika menu 4* baru mulai lahap”, pikir Mamaku. Mama memang sengaja memberikanku menu tunggal selama 2 minggu karena aku memiliki riwayat alergi. Hari ketiga aku MPASI, Mama iseng memberikanku potongan wortel kukus untuk aku genggam seraya menyuapiku bubur wortel. Mama ingin lihat mana yang menjadi preferensi utamaku, apakah metode BLW atau spoonfeeding. Aku mencoba memakannya, tapi suliiiiit. Sepertinya Mama kurang lama mengukusnya, maklum mama muda.

Melihat aku tidak tertarik memakan wortel, Mama memilih untuk memberikanku makan selanjutnya dengan metode spoonfeeding. Saat itu memang Mama belum mempelajari BLW secara detil. Hari-hari berlalu, MPASI-ku kacau sekali. Aku yang memang sangat aktif, mengelak kesana kemari saat Mama menyuapiku makan atau berusaha mengambil sendok dan piring yang Mama pegang. Alhasil, badan dan mukaku harus selalu diusap setiap selesai makan. Sisa makananku pun semakin hari semakin banyak. Mama mulai berpikir “Wah gabisa gini terus nih, sedikit sekali nutrisinya”.

Di umurku yang ke-7 bulan, Mama langsung mencari tahu kesana kemari tentang BLW, juga memesan buku cerita BLW dari instagram @ceritablw yang sudah Mama “follow” sejak aku berumur 3 bulan. Akhirnya, Mama beralih setir ke BLW melihat antusiasku untuk memegang makanan. Awal-awal aku memulai BLW, banyak yang mempertanyakan keputusan Mama karena memang zaman dahulu semua anak biasanya disuapi sambil digendong, bukan? Sempat Mama merasa sedih karena sedikit yang mendukung, untunglah ada Aba yang terus memberikan dukungan ke Mama untuk melakukan apa yang menurut Mama terbaik untukku. Aba juga sering diberikan video anak-anak BLW oleh Mama, dan Aba sangat antusias menantiku seperti itu. Mama akhirnya menetapkan hati untuk tetap ber-BLW, karena aku juga sudah disuapi dan tidak mau. Masa Mama harus mencekokiku makan agar aku mau membuka mulut…

Menu BLW pertamaku adalah bola nasi yang dibuat dari menu 4* yg diblender kemudian dipanggang. Aku sukaaaa sekali, makanku lahap. Mama senang sekali, jadilah Mama berusaha membuat menu yang berbeda tetapi selalu dijadikan berbentuk bola. Lama-lama aku mulai bosan, dan hanya makan segigit dua gigit saja. Mama pun mulai memutar otak kembali…. Hehehe maaf ya Ma, insya Allah jadi ladang pahala yaaa Mama.

Mama mulai membuatkanku macam-macam menu, seperti makaroni skutel, martabak mie, tofu ball, misua skutel, dan lain lain agar aku mau makan. Apabila aku sudah tidak mau makan, biasanya Mama mencoba menyuapiku yang selalu aku tolak. Aku memang sudah kenyang. Mama masih belum bisa menebak mood makanku, karena memang moodku berubah-ubah seperti wanita yang sedang PMS, kalau kata Mama hahaha.

Semenjak aku menginjak usia 1 tahun, aku sudah bebas makan segala yang Mama makan. Namun, salahnya Mama, Mama masih saja memberikanku one dishes meal. Mama belum percaya diri kalau harus memasak makanan-makanan yang biasa dihidangkan di rumah. Tapi kan lama-lama aku bosan loh, Ma.

Sampai suatu ketika aku hanya sedikit sekali makan masakan Mama, Mama memberikanku ayam kecap yang ada di meja makan. Padahal aku sudah berkali-kali menunjuk menu di meja makan, tapi Mama tidak pernah peka. Kok mirip Aba sih, Ma…. (eh)

Mama memberikanku paha ayam yang mudah aku genggam, makanku lahap sekali, sesekali juga Mama menyuapiku makan nasi supaya tetap masuk karbohidrat juga. Selama tiga hari, Mama memperhatikan pola makanku, ketika aku sudah tidak mau makan masakan Mama, Mama selalu memberikanku menu yang ada di meja makan, dan selalu juga aku lahap makannya. Akhirnya Mama langsung mempelajari resep-resep makanan rumahan yang bisa aku makan. Namun, saat itu aku tidak terlalu antusias makan nasi, jadi Mama berusaha menyuapiku selagi aku makan lauknya. Menurut Mama, BLW itu metode makan dimana kita sebagai orangtua mengikuti maunya anak dan tidak memaksakan anak untuk mengikuti metode yang kita inginkan. Sampai saat ini aku tidak pernah dipaksa makan, apabila aku sudah menutup mulut, maka Mama langsung membereskan makananku.

Oh iya, salah satu trik Mama agar aku mau makan lebih banyak adalah dengan memperkenalkan aku dengan sendok dan garpu! Ketika Mama memberikan makaroni skutel dan aku sudah tidak mau lagi, maka Mama akan memberikanku garpu. Bimsalabim abrakadbra, aku pun jadi lahap kembali. Sama juga dengan ayam kecap dan nasi, Mama memberikanku sendok dan aku pun dengan semangat memakan nasi kembali walau belum terlalu mahir.

Mama mengenalkanku dengan sendok garpu sejak usiaku 1 tahun. Sekarang, aku sudah mahir menggunakan sendok dan garpu, loh! Walaupun ada yang tumpah-tumpah juga… hehe. Aku memang belum benar-benar makan sendiri, Mama masih sesekali menyuapiku, namun aku sudah bisa menikmati makan dan tahu kapan aku lapar. Mama sendiri tidak berharap yang muluk-muluk, hanya agar aku sehat dan menjadi anak happy eater.

Kalau kata Mama, Mama bersyukur mengenalkanku dengan metode BLW. Walaupun berat badanku sempat stagnan, namun banyak sekali manfaat yang didapat dari BLW itu sendiri. Selain aku sudah bisa menggunakan peralatan makan, aku juga sudah bisa mengeluarkan duri ikan yang masuk ke mulutku, loh. Kerabat-kerabatku ketika melihatku makan juga selalu terpukau kagum yang membuat Mama jadi bangga sendiri hahaha tapi tentu bukan itu yang diharapkan Mama. Seperti kataku sebelumnya, Mama berharap aku menjadi anak yang sehat dan seorang happy eater. Itulah aku! Alhamdulillah

by: Azyyati (akun instagram @azyyy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*