“ODHA, Berbahayakah?”

oleh

Ns. Rifqi Ati Syukriyah, S.Kep

ODHA

Adalah Orang Dengan HIV AIDS

HIV adalah Human Imunodeficiency Virus, sejenis retrovirus yang termasuk dalam family lintavirus.

HIV menyebabkan beberapa kerusakan sistem imun dan menghancurkannya.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi virus HIV.

Siapa saja ODHA itu?

– Adalah mereka yang dinyatakan positif terdapat virus HIV melalui salah satu pemeriksaan Rapid Test, Test kombinasi anti gen, Test RNA dan Test PCR (Polimerase Chain Reaction).

-Jika sudah dinyatakan positif, akan dites darah untuk mengetahui nilai CD4 (komponen sel darah putih) untuk tindakan pengobatan selanjutnya.

Penyakit Penyerta ODHA

Lebih dikenal dengan Infeksi opurtunistik.

Menyerang ODHA dengan CD4 rendah

– TBC

– Jamur mulut

– Jamur vagina

– Ruam kulit

– TORCH

– Diare

– Hepatitis

– Kanker

ABCDE Pencegahan HIV

A : Abstinace = tidak berhubungan sex sebelum nikah

B : Be faithful = setia

C : Condom = kontrasepsi kondom untuk pencegahan penyakit menular seksual

D : Don’t use drugs = jauhi Narkoba

E : Equitment = gunakan alat steril

Cara Penularan HIV

– Senggama, oral sex, anal sex oleh ODHA

– Transfusi darah oleh ODHA

– Penggunaan jarum suntik, pisau cukur, silet narkoba yang telah dipakai ODHA

– Transplantasi organ oleh ODHA

– Penularan ODHA perempuan ke anaknya

ODHA tidak menularkan HIV saat…

– Kontak fisik sederhana (salaman, cipika cipiki, berpelukan)

– Penggunaan alat makan bersama

– Penggunaan pakaian bersama (mencuci dalam mesin cuci yang sama)

– Digigit nyamuk atau serangga lainnya

Pengobatan ODHA

– Pemberian obat ARV untuk mempertahankan dan meningkatkan CD4 agar tidak mudah terserang infeksi opurtunistik.

– Pemberian obat sesuai gejala yang timbul saat itu

Siapa yang harus memeriksakan diri?

Berikut adalah kelompok orang yang dikategorikan berisiko terinfeksi HIV:

– Menderita penyakit menular seksual seperti Herpes, Sifilis, Chlamydia, atau Gonore.

– Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

– Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, (seperti kondom) dengan orang yang latar belakang seksualnya tidak diketahui dengan pasti.

– Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba atau pekerja seks komersial.

– Berbagi jarum suntik yang sama dengan orang lain, entah untuk pengobatan, menyuntikkan obat-obatan terlarang, tato, atau tindik.

– Memiliki ibu yang terinfeksi HIV.

– Pernah menerima transfusi darah.

– Salinan gen pelawan HIV dalam tubuhnya sedikit.

– Pria yang tidak disunat.

– Pria yang berhubungan seksual dengan pria lain.

– Mempunyai pasangan yang suka bergonta-ganti pasangan seksual, atau menggunakan obat-obatan suntik.

Kemana jika ingin memeriksakan HIV?

– Di pelayanan kesehatan yang terdapat poli pelayanan VCT

– Biasanya pelayanan VCT berdampingan dengan poli kulit dan kelamin

Jadi, apa VCT itu?

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS (Depkes RI, 2006).

VCT adalah proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential (rahasia) dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV.

Konseling pra testing memberikan pengetahuan tentang HIV dan manfaat testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang akan dihadapi.

Konseling post testing membantu seseorang untuk mengerti dan menerima status (HIV+) dan merujuk pada layanan dukungan.

Voluntary Counseling Test (VCT) merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan HIV.

“Jauhi Penyakitnya Bukan ODHAnya”

Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *