Tanya Jawab Kulwap Cerita BLW: “ODHA, Berbahayakah?”

Narasumber : Ns. Rifqi Ati Syukriyah, S.Kep
Moderator : Risa Dwi Cahyani, Amd.Keb
Notulis: Marantina
Rabu, 6 Maret 2019

Sesi tanya-jawab

  • Nama: mak Atha
    Bagaimana penanganan untuk ibu hamil yang terkena HIV AIDS?

Jawab: Kalau sudah positif sebelum hamil, dan diizinkan hamil saat posisi CD4 sudah baik.  Saat hamil pun ARV tetap dikonsumsi. Tetap jujur pada NaKes yang mendampingi saat hamil. Jika terdeteksi saat skrining HIV TM1 maka konseling dulu dengan TIM VCT untuk kemudian diberikan pengobatannya. Ibu hamil dengan HIV akan didata oleh DinKes dengan tujuan meminimalkan penularan saat nanti melahirkan dan memberikan tindakan-tindakan khusus

  • Nama: Eska
    #TanyaODHA
    MakArkan, aku punya temen ODHA. Tapi itu pun kami tahu setelah mau lulus, yang bersangkutan cerita sambil nangis, minta maaf karena baru jujur setelah sekian lama, takut ga ditemenin. Pertanyaanku, bagaimana caranya kita tau tentang ODHA? Apakah ada ciri tertentu yang bisa dijadikan acuan “Oh, beliau ODHA”?

Jawab: Jadi ODHA itu tersiksa karena beban mental dan stigma sosial yang menganggap mereka menjijikkan jadi memang sulit terbuka ambu. Dengan terbuka pun kita mesti apresiasi dengan tidak meninggalkan mereka. Dan tetap izin apakah boleh merahasiakan atau menyebarkan, karena kalau sudah tergabung dengan beberapa komunitas biasanya mereka membolehkan kita untuk menyebarkan, misal menyebarkan itu “iya betul saya temannya si A yang ODHA itu.”
Kalau diminta untuk merahasiakan cukup “iya saya temannya si A”

ODHA tak memiliki ciri spesial ambu,  Bahkan yang cantik molek pun bisa jadi ODHA. ODHA baru terlihat saat infeksi opurtunistik  sudah mulai datang dan menyerang.

Tapi kita bisa mengamati jika gejala minor terus menerus datang.
Misal demam 1 bulan, diare lebih dari 1 bulan, TBC, sariawan pada rongga mulut yang menetap lama meski sudah diobati.

  • Nama: Kurnia
    #tanyaODHA
    Bagaimana perawatan/penanganan untuk bayi/anak yang tertular HIV dari ibunya?

Jawab: Perawatan dimulai saat persalinan. Selama persalinan dan kelahiran, wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan intravena (IV) AZT dan tetap meminum ARV mereka.
Setelah kelahiran, bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi HIV mendapatkan cairan AZT selama 6 minggu. Sedangkan Bayi dari ibu yang tidak mendapatkan obat anti-HIV selama masa kehamilan dapat diberikan obat anti-HIV lain sebagai tambahan untuk AZT.
Itulah mengapa ibu hamil dengan HIV didata oleh DinKes. Karena perlu penatalaksanaan spesial saat kelahiran.

Sedangkan untuk menyusui, ada beberapa yang membolehkan dengan beberapa catatan pengobatan. Tetapi kebanyakan tidak dibolehkan menyusui karena ASI bisa menularkan virusnya, misal saat memberikan ASI puting digigit dan berdarah kemudian dihisap anak. Biasanya anak dicarikan donor ASI.

  • Nama: Vena
    #TanyaODHA
    Pertanyaan: bagaimana memberikan pengertian ekstra kepada anak dan keluarga jika ada ODHA di lingkungan aktivitas sehari-hari?
    Misalnya anggota keluarga sudah tahu cara penularan virus HIV tersebut tapi pada realitanya kita masih menjaga jarak atau malah membatasi ruang untuk berkomunikasi.

Jawab: Contohkan dari diri kita sendiri. Karena kita tidak bisa mengontrol orang lain (termasuk anak)  berperilaku sesuai dengan keinginan kita. Tetap libatkan ODHA saat berkegiatan bersama sama dan tetap libatkan ODHA dalam mengambil keputusan

  • Nama: Ayyun
    #tanyaODHA
    Apakah ODHA yang sedang hamil sudah pasti melahirkan anak ODHA juga?
    Apakah ODHA selalu identik dengan “tidak bisa hidup lebih lama” ataukah ada cara agar virus HIV ini tidak serta merta menyerang dengan ganas?

Jawab: Belum tentu. Selama ODHA mentaati anjuran dokter, kemungkinan semakin sedikit. Itulah lagi kenapa ibu hamil dengan HIV didata oleh dinkes. Tapi nantinya si anak tetap di test secara berkala untuk memastikan kondisinya

Yang membunuh ODHA kebanyakan bukan karena HIVnya tapi karena infeksi penyertanya. Selama rajin konsumsi obat angka harapan hidup masih ada bahkan jika virus HIV sudah tidak terdeteksi pun obat tidak boleh dihentikan hanya diturunkan dosisnya

  • Nama: mak Jose
    #TanyaODHA
    Anak bayi yang ODHA karena bawaan dari ibunya yah? Perkembangannya gimana yah?

Jawab: Kalau anak-anak memang kebanyakan dihadiahkan oleh ibunya. Tapi yang remaja bisa ditularkan oleh narkoba. Perkembangan bisa sama dengan anak seusianya asal tetap konsumsi ARV.  Tapi memang jadi lebih sering sakit dan rentan sekali kena infeksi.
Pasienku dulu bertahan sampai umur 17 tahun, terdeteksi saat usia 3 tahun setelah ibunya meninggal karena HIV.

  • Nama : Dyah
    #tanyaodha
    Jika ada sepasang suami istri positif ODHA, aman tidak kalau mereka berhubungan badan?

Jawab: Aman asal pake kondom

  • Nama: Tina
    #TanyaODHA
    Orang dengan HIV dengan yang sudah terdiagnosa AIDS beda ya? Apa saja yang membedakan?

Jawab: HIV itu nama virusnya sedangkan AIDS adalah kumpulan penyakit yang disebabkan si virus

  • Nama : Indri
    #TanyaODHA
    Ada anak penderita ODHA yang tidak ikut terinfeksi virus HIV-nya, kalau penjelasannya secara medis gimana Mak?

Jawab: Iya, selama taat dengan dokter saat hamil dengan konsumsi obat ARV, saat melahirkan mau c-sec, dan langsung diinjeksi dengan ATZ pada bayinya InsyaAllah tidak dihadiahkan si virus.. Nantinya si anak tetap dipantau ada ngga-nya virus ini.

Dulu pas aku sekolah di RS Malang ada pasutri bawa anak 3 tahun. Kedua pasutri ini sudah positif, alhamdulillah anaknya sampai usia 3 tahun clear dari HIV, mereka program anak kedua waktu itu.

  • Nama : Tutus
    #tanyaODHA
    Ini pernah jadi rumor banget di kampung, betul nggak ya HIV ini bisa menular lewat gigitan nyamuk? Kan mirip sama jarum suntik.

Jawab: Tidak menularkan.  Karena virus HIV hanya bereaksi dengan tubuh manusia bukan dengan hewan.

  • Nama : mama rayhan
    #tanyaODHA
    Mau tanya, tadi kalau bayi nenen dari ibu ODHA dan gigit puting sampai berdarah dan terhisap katanya harus diantisipasi dengan donor ASI. Apa HIV bisa menular lewat pencernaan bayi dari darah yang terhisap tadi?

Jawab: Aku luruskan lagi ya mamaRayhan. Sebelum terjadi puting berdarah dokter biasanya sudah melarang menyusui, selain karena resiko tinggi si ibu konsumsi ARV dan mempengaruhi produksi ASI. Nah, gimana caranya agar anak ODHA tetap bisa ASI ya dengan donor ASI.

HIV bisa menular melalui cairan tubuh. Nenen digigit kemudian berdarah-darah, terhisap, kita ga tau kan di dalam tubuh bayi ada luka apa engga. Kalau ada luka si virus yang ada di darah tadi masuk ke luka dalam tubuh bayi terjadilah proses penularan.

Tanggapan

Tanya: Kalau di Indonesia, pengobatan HIV itu bisa berapa lama ya Mak?

Jawab: Kalau berapa lama tergantung masing2 ODHAnya. Tapi konsumsi ARV tetep dilakukan meski virus sudah tidak terdeteksi.

Tanya: Stigma negatif itu menambah beban para penderita ya mak..mungkin saat mereka didiagnosa rasanya dunia berhenti berputar. AIDS ini gak ada stadium nya kah mak kaya kanker gitu?

Jawab: Stadiumnya hanya berupa gejala dan biasanya diremehkan sama si ODHA. Terutama kalau tiba-tiba demam hampir sebulan, tiba-tiba diare sampai lebih dari sebulan, tiba-tiba sariawan lebih dari sebulan. Dan yang bikin makin nyesek itu HIV ga terdeteksi saat itu juga. Ini nih yg bikin makin cepat menyebarnya.
Misal Si A hubungan badan sama Si B yang positif HIV bulan januari. Februari ditest, si A ini masih negatif.
HIV punya periode jendela dimana si virus masih sembunyi-sembunyi saat ditest. Makanya kalau terpapar test bulan 1, diulang bulan ke-3, diulang bulan ke-6 dan diulang bulan ke-12.

Tanya: MakArkan, aku mau tanya bagian ini, kalau test bulan pertama negative, bulan ke-3 negative, harus terus di test lagi sampai 12 bulan ya? Kalo 12 bulan negative berarti negative. Gitu kah?

Jawab: Yess betul, diulang tiap tahun. Biasanya kalau sudah terinfeksi tes di bulan ke 3 dan 6 menunjukkan hasil kok. Kalau negatif di tahun pertama, nanti tiap tahun selanjutnya test lagi. Sampai dokter bilang negatif.

Aku dulu pernah terpapar darah ODHA waktu kerja, udah pake handscoon dan bajuku lengan panjang, Qadarullah masih tetep kena antara handscoon sama baju pas kok ya ada luka bekas garukan disitu.

Langsung ikuti prosedur buat test. Alhamdulillah lolos sampai test di bulan ke 12. Sekarang tinggal tes per tahun itu saja. Nah pas kita tes pun itu ada pendampingan, dari poliklinik VCT dan konselor HIV jadi tidak hanya test ke laboratorium.

Tanya: Jadi kalau misalnya suami atau istri hanya salah satu terkena HIV dan lainnya nggak, cukup aman ya berhubungan dengan kondom?
Lalu kalau misalnya mau punya anak apakah ada cara punya anak dengan tanpa menulari HIV ke pasangannya?

Jawab:

Iya betul cukup aman menggunakan kondom.
Bisa kok. Nanti ditunggu sampai HIV-nya tidak terdeteksi di ODHAnya, terus pasangannya minum ARV, silahkan Hubungan badan sekali habis itu pake kondom lagi.  Agak ribet tapi InsyaAllah kalau mengikuti aturan bisa jadi.

Tanya: Mak Arkan, Alm sepupuku ODHA, ketahuan ketika dia drop dan istrinya sedang hamil. Saat itu aku masih di luar, jadi tidak tahu detail perawatan istrinya bagaimana. Tapi katanya sang istri HIV negatif. Sekarang anaknya sudah berusia 10 tahun. Aku gak tau kapan terakhir si anak dites. Anak ini deket banget sama anakku. Tapi aku jadi agak sedikit parno. Kemarin pas si anak nginep di rumahku, dia tiba-tiba mimisan di kasur. Aku sempat agak panik karena takut anakku kena darahnya. I know aku parno, tapi pertanyaanku, seberapa sering si anak ini (keponakanku) harus tes HIV mengingat alm. Ayahnya ODHA? Dan kapan aku bisa tes anakku untuk HIV? Aku dan keluarga rencana mau tes anyway sblm kita berangkat.

Jawab: Setahun sekali cukup untuk keponakannya mak. Kalau untuk sekeluarga pengen test bisa kapan aja langsung ke poli VCT di Rumah Sakit nanti ada pembekalannya dulu

Tanya: Kan kalau ibu ODHA tidak disarankan ASI takut kena anaknya lewat darah tadi.
Tapi kita gak apa-apa makan pakai alat makan yang sama pas ada ODHA? Kan biasanya mereka seriawan terus Mbak

Jawab: Gak apa-apa. Kan yang sariawan mulutnya ODHA, mulut kita enggak kan??
Nah Virus ini masuk oleh luka untuk luka.

Tanya: Kalau mulut kita sariawan berarti bisa tertular juga ya mak?

Jawab: Kemungkinan iya, tapi itu kecil sekali. Hayo jadi takut jajan sembarangan kan sekarang Kecil sekali kemungkinannya karena kan sudah kena udara lama si virus. Kalau alat cukur kan habis dipakai nyukur ODHA misalnya, berdarah darah menempel di alat cukur, terus dipakai nyukur orang lainnya eh kurang hati-hati jadi tergores, sisa darah di alat cukur masuk di luka goresan.

Tanya: Kalau dari perkembangan dunia nakes, sudah ada belum vaksin untuk mencegah HIV/AIDS

Jawab: Sudah ada tapi diberikan pada anak baru lahir dengan ibu HIV

Tanya: Kalau misal alat makan atau pisau cukur yang kena darah ODHA ini, misal dicuci dengan sabun, apakah sudah mensterilkan virus tersebut mak? Atau perlu ada perlakuan khususnya?

Jawab: Belum. Perlu sterilisasi alat. Untuk alat makan sama pisau cukur ini kemungkinannya kecil sekali Ibu-Ibu. Potensi menularkan yang paling besar itu kontak dengan cairan tubuh, seperti darah, sperma, ASI. Kalau air mata dan air liur tidak menularkan.

Tanya: Kalau facial wajah gitu, ada kemungkinan potensi tertular juga kah Mak Arkan? Aku kok malah lebih parno dengan penggunaan alat sama yang dipakai oleh ODHA kaya jarum, alat cukur, dll. Sejauh mana kita harus aware?

Jawab: Kalau memang punya dana lebih baik facial di klinik kecantikan yang sudah punya alat sterilan.

Tanya: Aku pernah tes HIV tapi waktu itu susah diambil darahnya, tidak cukup untuk sample. Akhirnya tes lagi waktu pas hamil, hasilnya negative sih.
Perlu tes lagi kah?

Jawab: Kalau dirasa perlu gak apa-apa test aja, nanti test-nya minta dampingi sama nakes poli VCT biar diprogramkan tesnya kapan saja. Misal merasa ada gejala-gejala dari si HIV atau merasa sudah terpapar kayak aku tadi itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *