Memperkuat Imun Si Kecil Pada Saat Pancaroba

Bulan Januari saat ini menjadi musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Derasnya hujan disertai angin, seringkali membawa dampak bagi kesehatan Si Kecil. Salah satunya penyakit pancaroba yang menyerang imun Si Kecil. Bagi balita dan anak yang belum genap berusia 5 tahun, sistem imun belum berkembang sempurna seperti dewasa. Oleh karena itu, di saat pancaroba seperti ini anak-anak mudah sekali terdampak.

Ibu tidak perlu khawatir, mari kita kenali berbagai macam penyakit  pancaroba yang umumnya menyerang Si Kecil dan mempersiapkan imun terbaiknya.

  • Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala parah, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bintik-bintik di kulit, hingga perdarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari  syok dan pendarahan.
Untuk mengurangi risiko terkena DBD, penting untuk mencegah perkembangan populasi nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menyingkirkan barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng, pot, atau ban bekas yang menampung air hujan. Jangan lupa juga untuk membersihkan bak mandi atau tempat minum binatang peliharaan secara teratur, serta menutupnya secara rapat.

  • Cacar dan campak

Cacar merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster.

Cacar air muncul 10-21 hari setelah terinfeksi virus dan biasanya berlangsung 5-10 hari. Benjolan-benjolan berwarna merah mudah ini rentang banget pecah, dan jika pecah, proses penyembuhan akan lebih lama

Sedangkan campak disebabkan oleh virus campak (paramiksovirus). Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi anak-anak di seluruh dunia, meskipun vaksin sudah banyak tersedia campak muncul 10-14 hari setelah terinfeksi virus dan menunjukkan gelembung-gelembung yang berisi cairan putih pada kulit. Hal ini disertai dengan gejala lainnya seperti batuk kering, hidung berair, dan mata meradang.

  • Influenza

Virus influenza atau flu yang menyerang sistem imun anak-anak, diketahui kasus terbanyak terjadi saat musim hujan, termasuk di Indonesia. Virus ini akan menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Pada umumnya, flu bisa sembuh dengan sendirinya dengan beristirahat yang cukup dan mengkonsumsi banyak air putih untuk meringankan gejala flu yang diderita.

  • Flu Singapura

Flu Singapura, adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang umumnya menyerang anak-anak ini bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penderita flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil berair dan sariawan di dalam mulut, tangan, dan kaki. Terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku, bokong, lutut, dan lipatan paha.

Flu Singapura dikenal juga sebagai Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (Hand-Foot-and-Mouth Disease). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelompok virus bernama enterovirus.

  • Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh virus paling banyak terjadi di musim hujan. Penyakit ini paling banyak terjadi pada anak-anak balita, karena sistem imunitas anak-anak belum terbentuk sempurna.Sebagaimana infeksi saluran pernapasan atas, gejala infeksi saluran pernapasan bawah adalah batuk.

Setelah Ibu mengenal penyakit pancaroba, Ibu dapat memperkuat sistem imun Si Kecil. Pastikan Si Kecil memiliki waktu tidur yang cukup, mencukupi kebutuhan gizi dan memberikan tambahan vitamin yang baik bagi tubuhnya. Tidak lupa Ibu pun harus memiliki kualitas hidup yang baik agar tetap dapat menjaga Si Kecil.

 

Sumber

Alodokter.com

Linisehat.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*